Muhammadiyah Luncurkan M-ID, Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Digital
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
FAIUMBANDUNG.ID, Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi meluncurkan sistem integrasi layanan digital terbaru bernama Muhammadiyah ID (M-ID) pada Rabu, 16 Juli 2025.
Inisiatif ini diusung melalui unit inovasi teknologi Muhammadiyah Software Labs (LabMu) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan digital organisasi.
M-ID merupakan sistem Single Sign-On (SSO) terpusat yang dirancang untuk menyatukan berbagai layanan digital Persyarikatan dalam satu akun yang aman dan efisien.
Melalui sistem ini, jutaan warga dan anggota Muhammadiyah kini dapat mengakses layanan seperti MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp), e-KTAM, IuranMu, dan lainnya hanya dengan satu akun tunggal.
Langkah ini menjadi bagian dari visi Muhammadiyah untuk membangun sistem teknologi yang mandiri, berkelanjutan, dan sepenuhnya dikendalikan dari dalam organisasi.
Pengembangan M-ID sepenuhnya dilakukan oleh LabMu di bawah koordinasi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya penguatan infrastruktur digital Muhammadiyah.
“Kami ingin memastikan bahwa Muhammadiyah memiliki kedaulatan digital. Dengan M-ID, kami tidak hanya membuat produk; kami menjaga data, membangun sistem, dan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Asad selaku CEO Muhammadiyah Software Labs. “Ini adalah wujud kemandirian Persyarikatan dalam menjawab tantangan zaman melalui kekuatan inovasi dari dalam.”
Peluncuran M-ID membawa dampak strategis dalam penyederhanaan akses digital warga Persyarikatan dan memperkuat keamanan data anggota. Sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan dakwah, pendidikan, dan sosial Muhammadiyah secara digital dan terintegrasi.
“LabMu tidak hanya menciptakan teknologi. Kami membangun ekosistem, membuka peluang kolaborasi, dan mempercepat pelayanan dakwah berbasis digital,” tambah Asad. Komitmen ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kebermanfaatan Persyarikatan melalui pendekatan teknologi yang inklusif.
Muhammadiyah ID hadir sebagai bukti nyata kemampuan Muhammadiyah dalam menyesuaikan diri dengan dinamika zaman. Transformasi digital yang dijalankan Muhammadiyah bukan hanya soal teknis, tetapi juga bentuk keteguhan ideologis dalam mengelola layanan umat secara mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan basis jutaan anggota dan ribuan amal usaha, Muhammadiyah terus menunjukkan ketangguhannya sebagai organisasi Islam modern yang berdaya saing global. Melalui dukungan LabMu, Persyarikatan meneguhkan posisinya sebagai pelopor inovasi teknologi dalam ranah sosial-keagamaan di Indonesia.***
- Penulis: Feri Anugrah