Breaking News
light_mode
Beranda » PAI » Buya Cecep: Islam Tidak Anti Budaya, Tapi Harus Selektif dan Kritis
PAI

Buya Cecep: Islam Tidak Anti Budaya, Tapi Harus Selektif dan Kritis

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG – Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD menegaskan bahwa Islam bukanlah agama lokal, melainkan agama global yang bersumber dari wahyu Allah, tetapi senantiasa berdialektika dengan budaya manusia di bumi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang digelar secara daring oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat belum lama ini.

Menurut alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini, Islam diturunkan kepada manusia melalui para nabi dan rasul yang merupakan manusia biasa.

Penerapan nilai-nilai Islam akan selalu berinteraksi dengan konteks budaya lokal di mana umat Islam hidup.

“Islam tidak hadir dalam ruang hampa. Maka dari itu, ia akan diterjemahkan sesuai dengan karakter masyarakat bumi,” ujarnya seraya mengutip QS Al-Furqan ayat 20.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa prinsip utama dari kerasulan adalah mengajarkan tauhid dan menyempurnakan ajaran umat sebelumnya dengan menghapus tradisi-tradisi buruk.

Salah satu contoh konkret dari dialektika Islam dengan budaya lokal ialah reformasi sistem pernikahan jahiliah.

Dari empat bentuk pernikahan yang berlaku saat itu, hanya satu yang diafirmasi oleh Islam, yakni pernikahan sah dengan mahar dan akad yang jelas.

Contoh lain, kata Buya Cecep—sapaan akrabnya—adalah transformasi tata cara tawaf dan ibadah haji yang sebelumnya dibedakan berdasarkan status suku dan kelas sosial.

Dalam budaya Quraisy, hanya golongan tertentu yang boleh tawaf dengan pakaian, sedangkan lainnya harus bertawaf tanpa busana jika tidak mampu membeli pakaian dari Quraisy.

”Islam menghapus praktik diskriminatif ini dan mensyariatkan kesetaraan bagi semua suku dalam ibadah,” tegas dosen yang juga penulis buku ”Menuju Kiblat Ilmu: Panduan Studi di Universitas Al-Azhar Mesir” ini.

Ia juga menyinggung soal praktik sosial dan ekonomi seperti sistem pertanian. Dalam kasus penyerbukan kurma, Rasulullah SAW pernah menyarankan agar tidak perlu dilakukan.

Namun setelah hasil panen buruk, Rasul pun berkata, “Kalian lebih tahu urusan dunia kalian.” Ini menjadi bukti bahwa Islam tidak mencampuri ranah teknis duniawi selama tidak bertentangan dengan syariat.

Kritis dan proporsional

Buya Cecep menekankan bahwa Muhammadiyah sering disalahpahami sebagai organisasi yang anti-budaya lokal.

Padahal, sikap Muhammadiyah terhadap budaya sangat jelas: menerima budaya secara kritis dan proporsional.

Budaya yang sesuai dengan nilai Islam dapat diterima, sedangkan yang bertentangan harus ditolak atau dikoreksi.

Sikap ini telah ditegaskan sejak Tanwir Muhammadiyah di Bali (2002) hingga Munas Tarjih ke-27 pada 2014 yang menghasilkan Tuntunan Seni Budaya.

Ia menambahkan bahwa sikap masyarakat terhadap budaya cenderung ekstrem—baik menerima sepenuhnya tanpa seleksi, atau menolak semua budaya lokal. Muhammadiyah mengambil posisi moderat: memilah dan memilih.

”Islam tidak memaksakan budaya Arab kepada semua masyarakat. Mengamalkan Islam tidak harus berpenampilan Arab, tetapi harus sesuai dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Buya Cecep menutup ceramah dengan ajakan agar para dai Muhammadiyah tidak menjauh dari masyarakat. Namun, hadir di tengah mereka dan menjelaskan Islam dengan cara yang bijak.

“Dakwah harus dilakukan dengan hikmah dan mauidzah hasanah. Bukan dakwah dengan frontal. Kita harus mengutamakan esensi ajaran, bukan simbol semata,” pungkasnya.***(FA)

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Kuliah Umum, FST UM Bandung Hadirkan Praktisi Nasional Bahas Strategi Keberlanjutan Bisnis Modern

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Bandung sukses menggelar kuliah umum pada Senin (02/06/2025). Acara ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Gedung Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Narasumber pertama, S Suripno (Vice President Sustainability Strategi PT Pertamina), […]

  • Aisyiyah Jawa Barat Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat menggelar Resepsi Milad ke-108 sekaligus Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di kompleks Aisyiyah Boarding School Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada 27–28 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi gerakan perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah […]

  • Mahasiswa Teknik Informatika UM Bandung Raih Perunggu di Seleksi Pencak Silat Porprov Jabar

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Seakan-akan tidak pernah berhenti, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Fina Faradilla, mahasiswa program studi Teknik Informatika angkatan 2023, sukses meraih medali perunggu pada ajang Seleksi Terbuka Pencak Silat Tim Kabupaten Sumedang menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Kompetisi tersebut berlangsung pada Sabtu, 24 Mei […]

  • Kolaborasi Petani, Dokter, dan UMKM Warnai Fun Brewing & Gathering SUMU Cirebon

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Cirebon — Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Cirebon, Kuningan, Majalengka, hingga Indramayu memadati acara Fun Brewing & Fun Gathering – Kajian Bisnis #7 di Kafe Kopi Gincu, Sedong, pada Sabtu (9/8). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Cirebon, Cirebon Connect (C-Connect), dan BJB Syariah, yang menjadi bagian […]

  • LPPAIK UM Bandung Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1446 Hijriah

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Dalam rangka memperingati Iduladha 1446 Hijriah, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (06/06/2025) di halaman belakang kampus UM Bandung dengan mengurbankan satu ekor sapi dan dua ekor domba. Hewan kurban tersebut merupakan titipan dari berbagai pihak, yakni […]

  • Dalami Psikologi Klinis, Mahasiswa Psikologi UM Bandung Kunjungi Rumah Sakit Jiwa

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Mahasiswa prodi Psikologi UM Bandung melaksanakan kunjungan edukatif ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari upaya pendalaman materi mata kuliah Psikologi Klinis dan Abnormal. Kegiatan ini berlangsung pada dua gelombang, yakni Selasa, 24 Juni dan 1 Juli 2025, dengan melibatkan sebanyak 148 mahasiswa […]

expand_less