Breaking News
light_mode
Beranda » News » Generasi Sandwich Harus Tangguh Secara Finansial dan Spiritual

Generasi Sandwich Harus Tangguh Secara Finansial dan Spiritual

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Dosen program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Bandung Hendriyana mengatakan bahwa fenomena generasi sandwich bukanlah beban. Namun, amanah dan ladang pahala yang harus dijalankan dengan ikhlas, sabar, dan perencanaan yang bijak.

Pernyataan ini disampaikannya dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat beberapa waktu lalu. GSM kali ini membahas dinamika sosial dan spiritual generasi produktif yang menanggung dua generasi sekaligus: orang tua lansia dan anak-anak yang masih membutuhkan dukungan penuh.

Dalam kajian tersebut, Hendriyana menjelaskan bahwa istilah generasi sandwich merujuk pada individu berusia produktif. Umumnya antara 25 hingga 45 tahun. Mereka harus memenuhi kebutuhan hidup orang tua sekaligus anak-anak.

Kondisi ini kerap kali membuat para anggota generasi sandwich menunda pencapaian tujuan keuangan pribadi mereka. Bukan hanya itu, mereka juga menghadapi tekanan finansial yang besar, kelelahan mental, dan potensi konflik keluarga yang kompleks.

Permasalahan yang dihadapi oleh generasi ini, menurut Hendriyana, tidak hanya bersumber dari beban ekonomi semata. Minimnya literasi keuangan, tingginya biaya pendidikan dan kesehatan, lemahnya jaminan sosial, dan norma-norma sosial yang tidak selalu sesuai konteks menjadi faktor penyumbang utama.

”Dalam konteks masyarakat Indonesia, kondisi ini semakin menantang karena belum adanya sistem yang kuat untuk mendukung para lansia secara mandiri,” ujarnya.

Namun, Hendriyana menekankan bahwa di balik semua tantangan tersebut, terdapat potensi besar bagi setiap individu untuk menjadikan peran mereka sebagai jalan meraih keberkahan. Salah satu kunci yang ditawarkan adalah perencanaan keuangan yang matang.

Termasuk menyusun anggaran keluarga, mencatat pengeluaran, dan mengomunikasikan kondisi keuangan secara terbuka dalam keluarga. Pendekatan ini juga sebaiknya didukung dengan pemanfaatan teknologi agar pengelolaan waktu dan energi menjadi lebih efisien.

Dalam perspektif spiritual, Hendriyana menyampaikan bahwa merawat orang tua dan mendidik anak-anak adalah bagian dari ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Oleh karena itu, generasi sandwich diajak untuk menanamkan niat lillahi ta’ala dalam menjalani perannya.

Membaca Al-Quran, menjaga salat, dan terus memperkuat hubungan dengan Allah adalah bekal utama untuk menjaga ketenangan jiwa di tengah tuntutan hidup yang tidak mudah.

Tidak hanya fokus pada orang tua, generasi sandwich memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang mandiri, baik secara finansial maupun emosional.

Hendriyana mendorong agar anak-anak sejak dini dilibatkan dalam diskusi prioritas kebutuhan, agar mereka tumbuh dengan kesadaran hidup yang realistis dan bertanggung jawab. Hal ini juga akan mengurangi siklus beban antar generasi di masa depan.

Lebih lanjut, dia juga menyoroti pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk pasangan dan anggota keluarga lainnya. Tanggung jawab tidak harus dipikul sendirian karena musyawarah dan kerja sama keluarga dapat meringankan beban sekaligus mempererat hubungan.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan turut hadir dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada generasi sandwich, melalui program pensiun, subsidi pendidikan, serta akses layanan kesehatan yang merata.

Kajian yang dibawakan Hendriyana ini menjadi refleksi penting bahwa generasi sandwich bukanlah generasi yang terjepit, melainkan generasi yang memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi, mencintai, dan menjadi pribadi yang kuat secara finansial dan spiritual.

Dengan pendekatan yang holistik—menggabungkan kecakapan manajerial dan nilai-nilai keimanan—generasi ini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pelita bagi keluarga dan masyarakat.

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPPAIK UM Bandung Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1446 Hijriah

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Dalam rangka memperingati Iduladha 1446 Hijriah, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (06/06/2025) di halaman belakang kampus UM Bandung dengan mengurbankan satu ekor sapi dan dua ekor domba. Hewan kurban tersebut merupakan titipan dari berbagai pihak, yakni […]

  • Presiden Mahasiswa UM Bandung Pimpin BEM PTMA Zona III Wilayah Jabar, DKI, dan Banten

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Serang – Muhammad Tazakka Ahsan, Presiden Mahasiswa UM Bandung periode 2024–2025, resmi dilantik sebagai Koordinator Daerah Jawa Barat I BEM PTMA Zona III (DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat) untuk periode 2025–2026. Pelantikan yang berlangsung pada Jumat (28/06/2025) ini menjadi momen penting bagi Ahsan sekaligus menjadi amanah besar yang siap ia emban dengan penuh […]

  • Sosialisasi Akreditasi 2.0 LAM INFOKOM Digelar Serentak, UM Bandung Ambil Peran Strategis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi tuan rumah dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi 2.0 Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) tahun 2025 untuk wilayah LLDIKTI IV. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Senin (16/06/2025), diikuti oleh perwakilan berbagai perguruan […]

  • Dalami Psikologi Klinis, Mahasiswa Psikologi UM Bandung Kunjungi Rumah Sakit Jiwa

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Mahasiswa prodi Psikologi UM Bandung melaksanakan kunjungan edukatif ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari upaya pendalaman materi mata kuliah Psikologi Klinis dan Abnormal. Kegiatan ini berlangsung pada dua gelombang, yakni Selasa, 24 Juni dan 1 Juli 2025, dengan melibatkan sebanyak 148 mahasiswa […]

  • Muhammadiyah Luncurkan M-ID, Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Digital

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Yogyakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi meluncurkan sistem integrasi layanan digital terbaru bernama Muhammadiyah ID (M-ID) pada Rabu, 16 Juli 2025. Inisiatif ini diusung melalui unit inovasi teknologi Muhammadiyah Software Labs (LabMu) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan digital organisasi. M-ID merupakan sistem Single Sign-On (SSO) terpusat yang dirancang untuk menyatukan berbagai layanan […]

  • Buya Cecep: Islam Tidak Anti Budaya, Tapi Harus Selektif dan Kritis
    PAI

    Buya Cecep: Islam Tidak Anti Budaya, Tapi Harus Selektif dan Kritis

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG – Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD menegaskan bahwa Islam bukanlah agama lokal, melainkan agama global yang bersumber dari wahyu Allah, tetapi senantiasa berdialektika dengan budaya manusia di bumi. Hal tersebut ia sampaikan dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang digelar secara daring oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa […]

expand_less