Breaking News
light_mode
Beranda » News » Menjelang Arafah: Malam yang Tak Biasa untuk Hamba yang Merindu

Menjelang Arafah: Malam yang Tak Biasa untuk Hamba yang Merindu

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Nashrul Mu’minin*

MALAM menjelang 9 Dzulhijjah bukan malam biasa. Di langit-langit rumah, kamar, atau musala, banyak hamba yang menyimpan harapan dalam hening.

Ada yang bersimpuh dalam sujud panjang, ada pula yang membisikkan permohonan dengan suara nyaris tak terdengar.

Malam itu adalah pintu menuju salah satu hari terbaik di sisi Allah: Hari Arafah, hari yang di dalamnya terdapat peluang pengampunan, pengabulan doa, dan dibebaskannya jiwa dari api neraka.

Namun, hal yang kerap terlewat dari banyak umat bukan hanya puasa siangnya, melainkan doa dan perenungan dalam gelap malam menjelangnya.

Dalam hiruk-pikuk dunia yang terus menggoda manusia dengan percepatan, eksistensi, dan kecemasan akan pencapaian, malam Arafah hadir sebagai oase spiritual.

Sayangnya, banyak dari kita memposisikan puasa Arafah hanya sebagai ibadah sunah tahunan yang datang dan pergi, tanpa benar-benar masuk ke dalam permenungan: untuk apa kita puasa? Apa kita sungguh berharap dosa setahun lalu dan setahun ke depan diampuni, sedangkan malam sebelumnya tak kita isi dengan taubat dan perenungan?

Puasa Arafah sering kali hanya menjadi rutinitas tahunan. Padahal, semangatnya adalah kesadaran penuh sebagai hamba yang hina namun punya harapan besar pada rahmat-Nya.

Malam menjelang Arafah adalah kesempatan istimewa untuk menyulam harapan-harapan spiritual yang nyaris hancur diterpa dunia. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Meski hadis ini menyebutkan keutamaan doa saat hari Arafah, para ulama dan para salihin terdahulu, seperti Hasan Al-Bashri dan Sufyan Ats-Tsauri, sangat menjaga malam sebelum Arafah.

Mereka tidak hanya mempersiapkan diri dengan istirahat untuk kuat puasa. Namun, memperbanyak doa, zikir, dan istighfar, menyambut fajar dengan hati yang bersih. Sebab siapa tahu doa malam itulah yang menjadikan siang kita diterima di sisi Allah.

Satu doa yang sangat layak dibaca di malam menjelang Arafah, sebagaimana disampaikan dalam berbagai atsar, adalah, “Ya Allah, jadikan aku termasuk orang-orang yang Engkau ampuni, Engkau rahmati, Engkau ridai, Engkau jauhkan dari neraka, dan Engkau tetapkan baginya surga.”

Puasa Arafah sendiri didasari oleh sabda Nabi SAW, “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim).

Namun, mari kita renungkan secara kritis: apakah puasa Arafah cukup hanya dengan menahan lapar? Apakah layak kita berharap penghapusan dosa setahun lalu dan setahun ke depan tanpa refleksi yang tulus? Apakah cukup hanya membaca niat dan menunggu azan Magrib, padahal selama itu lisan masih membicarakan aib orang, mata masih mencuri pandang hal yang haram, dan hati tak pernah benar-benar menyesali?

Justru malam sebelum Arafah adalah waktu terbaik untuk menata ulang niat, membasahi bibir dengan istigfar, dan memanjatkan doa dengan hati gemetar.

Karena hakikatnya yang diampuni oleh Allah bukan hanya yang berpuasa, melainkan mereka yang sungguh-sungguh mengetuk pintu langit dengan ketulusan.

Jangan biarkan malam Arafah berlalu begitu saja tanpa air mata tobat dan harapan penuh dari hati yang rapuh tetapi percaya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh…” (QS Al-‘Ashr: 1–3).

Malam ini, jangan tidur dengan kelalaian. Siapkan dirimu bukan hanya untuk puasa, melainkan untuk menjadi hamba yang benar-benar sadar bahwa hidup terlalu singkat untuk disia-siakan.

Malam ini, mintalah dengan tulus, seolah-olah ini malam terakhirmu. Karena bisa jadi, Arafah tahun ini adalah kesempatan terakhirmu menyulam harapan, sebelum semuanya terlambat.

*Content Writer Yogyakarta

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! Rumah Zakat Salurkan Beasiswa ke Mahasiswa UM Bandung

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Rumah Zakat menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp13 juta kepada 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Penyerahan beasiswa ini berlangsung di Gedung Rektorat UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, pada Selasa (17/06/2025). Kepala Cabang Rumah Zakat Kota Bandung Apriadi menyampaikan bahwa beasiswa tersebut merupakan bagian dari program dukungan pendidikan yang disalurkan melalui […]

  • Puisi Esai untuk Negeri, Cara UIN Bandung dan Denny JA Foundation Tingkatkan Literasi Sosial

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Dalam upaya memperkaya literasi dan ekspresi keilmuan mahasiswa serta dosen, Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formaca) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkolaborasi dengan Komunitas Puisi Esai, Denny JA Foundation, dan SupeR Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Puisi Esai pada Senin (30/06/2025). Bertajuk “Apa Itu Puisi Esai?”, kegiatan ini berlangsung di Lantai 5, Gedung Pascasarjana […]

  • Langkah Strategis Pemuda Muhammadiyah Sumedang Dapat Dukungan Penuh Wakil Bupati

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Sumedang – Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila menerima audiensi jajaran Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumedang di ruang kerjanya, lantai II Kantor Wakil Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (10/6/2025). Audiensi ini digelar menjelang pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Pemuda Muhammadiyah yang akan menetapkan arah program hingga 2028. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah […]

  • Aisyiyah Jawa Barat Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat menggelar Resepsi Milad ke-108 sekaligus Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di kompleks Aisyiyah Boarding School Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada 27–28 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi gerakan perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qaryah Thayyibah […]

  • UM Bandung Jadi Pusat Festival Seni Budaya Aisyiyah Jawa Barat 2025

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi magnet perhatian publik seni dan budaya Jawa Barat berkat suksesnya penyelenggaraan Festival Seni Budaya Aisyiyah Jawa Barat (FSBMA Jabar) 2025. Festival ini berlangsung dari 30 Juni hingga 5 Juli 2025 dan merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PWM Jawa Barat serta LBSO Aisyiyah […]

  • Company Visit Jadi Jembatan Teori dan Praktik Bagi Mahasiswa Manajemen UM Bandung

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID,Karawang – Dalam menghadapi era modern yang serba digital dan kompetitif, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan adaptif agar mampu bersaing di dunia kerja. Hal itu disampaikan oleh Kaprodi Manajemen UM Bandung Indra Sasangka saat menjelaskan pentingnya kegiatan company visit yang dilaksanakan oleh program studi Manajemen UM Bandung. Indra menegaskan bahwa kampus sebagai […]

expand_less