Breaking News
light_mode
Beranda » PIAUD » Generasi Unggul Butuh Kendali Emosi, Bukan Hanya Nilai Akademik

Generasi Unggul Butuh Kendali Emosi, Bukan Hanya Nilai Akademik

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Kondisi emosional anak-anak Indonesia saat ini dinilai memprihatinkan. Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Irianti Usman MA mengungkapkan bahwa di era disrupsi seperti sekarang, pola pengasuhan anak menjadi faktor penting yang memengaruhi perkembangan mereka secara signifikan.

Dalam Seminar ”Motekar” Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (8/8/2025), Irianti memaparkan data tahun 2024 yang mencatat lebih dari 570 kasus kekerasan dan masalah perilaku pada anak.

”Angka itu belum termasuk kasus yang tidak tercatat. Banyak anak emosinya tidak stabil, bahkan sampai melakukan tindakan ekstrem seperti pembunuhan,” tegasnya.

Ia mencontohkan film Adolescence yang menceritakan seorang remaja usia tiga belas tahun membunuh teman sekelasnya karena di-bully seorang gadis di media sosial sebagai anak laki-laki yang tidak menarik.

Dipengaruhi oleh ketidakmampuan meregulasi emosi yang dipelajari dari sang ayah yang juga memberikan contoh yang sama ketika menghadapi masalah.

Lingkungan pergaulan yang toksik di sekolah juga, kata Irianti, menjadi salah-satu faktor pemicu keputusan sang anak untuk menusuk teman sekelas yang merundungnya sebagai solusi melampiaskan kemarahan.

Fenomena serupa, lanjutnya, terjadi di dunia nyata, seperti kasus di Bandung ketika seorang anak membunuh gurunya menggunakan gunting. ”Ini hanya sebagian kecil dari fakta di lapangan. Kita sedang menghadapi kondisi gawat darurat,” ujarnya.

Pengaruh pornografi

Salah satu faktor pemicu yang disorot adalah paparan pornografi yang merusak pola pikir dan perilaku anak. Selain itu, kasus bunuh diri remaja juga mengkhawatirkan.

Data menunjukkan, 75 persen kasus bunuh diri remaja laki-laki disebabkan hal-hal yang oleh banyak orang dianggap sepele seperti tidak dibelikan sepatu atau akibat perundungan (bullying). Menurutnya, persoalan ini harus diatasi dengan solusi jangka panjang dan berkesinambungan.

Irianti menjelaskan bahwa manusia terdiri atas tiga unsur penting: pikiran, badan, dan jiwa. Namun, banyak orang tua gagal memberi asupan seimbang untuk ketiganya.

Mereka cenderung hanya memberi makan tubuh anak, tetapi mengabaikan kebutuhan mental dan spiritualnya. Akibatnya, anak mencari pengakuan di media sosial, bahkan rela melakukan hal yang tidak bermanfaat demi validasi, seperti berjoget di TikTok.

Ahli Psikologi jebolan Ball State University, Muncie, Indiana, USA, Amerika, ini menegaskan, orang tua tidak cukup hanya memberi nasihat tanpa memberi teladan.

Ketidaksabaran dan ketidakmauan mendengarkan keluh kesah anak dapat berdampak buruk. Ayah yang mengalami stres juga berpotensi menurunkan hormon stres kepada anak. “Memilih pasangan sebelum menikah adalah langkah awal membangun generasi yang sehat,” pesannya.

Minim interaksi

Ia juga menekankan bahwa perkembangan sosial emosional mencakup kemampuan memahami, mengekspresikan, dan mengelola emosi serta menjalin hubungan positif.

Tantangan era emerged childhood, dengan paparan gawai berlebihan dan minimnya interaksi langsung, membuat perkembangan ini semakin terhambat.

Solusi yang ia tawarkan meliputi pelatihan mengenali emosi, terapi bermain, konseling keluarga, serta pembiasaan perilaku prososial seperti salam, tolong, maaf, dan terima kasih.

Irianti mengajak agar semua pihak memulai langkah nyata membangun fondasi sosial emosional anak sejak dini. Karena anak adalah peniru yang baik dan bukan pendengar yang baik.

Orang tua dan pendidik seharusnya menjadi model dalam hal pengenalan emosi, pengendealiannya, pengembangan empati, dan bagaimana menjaga hubungan social yang berkelanjutan dan positif dengan manusia lain.

”Membentuk generasi unggul bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi kemampuan mengelola emosi (intelegensi emosi dan social) dan membangun hubungan yang bermakna. Itulah investasi terbesar untuk masa depan bangsa,” tandas Irianti.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam Sebagai Gerakan Ilmu, UM Bandung Harus Jadi Pelopornya

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Dirjen Haji dan Umrah Kemenag sekaligus Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief mendorong UM Bandung menjadi kampus yang konsisten memberikan pencerahan dan perubahan kepada masyarakat secara luas. Hal itu Hilman sampaikan saat memberikan sambutan dalam pelantikan Rektor UM Bandung periode 2025-2029 Herry Suhardiyanto pada Senin (30/06/2025) lalu di Auditorium KH Ahmad […]

  • Bisnis Curang Rusak Kepercayaan Publik dan Tidak Diberkahi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Yudi Haryadi menekankan pentingnya menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal tersebut ia sampaikan dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat yang berlangsung belum lama ini. Menurutnya, Islam telah mengatur secara jelas bagaimana etika bisnis harus […]

  • IMM Bandung Timur Laksanakan Kurban Iduladha Bekerja Sama dengan Lazismu Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bandung Timur sukses melaksanakan kegiatan kurban yang bermakna dan penuh kebersamaan pada Jumat (06/06/2025). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Barat yang turut mendukung secara logistik dan pendistribusian […]

  • UM Bandung Siapkan Mahasiswa Terjun ke Desa Lewat KKN CERMARA 2025

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) akan menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 bagi 1.170 mahasiswa peserta KKN serta 70 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kegiatan ini akan berlangsung pada Jumat–Sabtu, 1–2 Agustus 2025, sebagai bagian dari persiapan sebelum mahasiswa terjun ke masyarakat. Tema KKN […]

  • Perkuat Pendidikan Bermutu di Jabar, BBPMP dan PWA Jalin Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menjalin sinergi penting dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat dalam rangkaian Milad ke-108 M/111 H dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) I Aisyiyah Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Pesantren Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung, Baleendah, Jumat (27/06/2025), dan mengangkat tema “Memperkokoh Ketahanan […]

  • Tari, Puisi, dan Pantun! Panggung Ceria TK Labschool UM Bandung Bikin Bangga

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Feri Anugrah
    • 0Komentar

    FAIUMBANDUNG.ID, Bandung – Taman Kanak-kanak (TK) Labschool Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar acara pelepasan dan pentas seni bertema ”Wonderful Indonesia” pada Sabtu (28/06/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah ini dilaksanakan lantai dua gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, dan menjadi momen istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang hadir. Acara ini diramaikan […]

expand_less