Fenomena perayaan tahun baru Islam di berbagai daerah cukup mengembirakan hati, perayaan yang sering dirayakan dengan pawai obor dan lainnya disertai denag iringan sholawat yang menyentuh hati. Memang perayaan tersebut masih jauh dari subtansial yang dapat membangun semangat umat, meskipun demikian perayaan tersebut setidaknya memberikan pengaruh syiar Islam minimal di lingkungannya, menandakan Umat Islam masih ingat dengan tahunnya. Apabila kita lihat dalam catatan sejarah bahwa tahun Hijriyah ini diawali dengan Hijrahnya Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wassalam dari Kota Mekkah ke Kota Madinah, pada saat itu Rasul mengalami kebuntuan didalam dakwahnya kepada penduduk Makkah, sehingga Rasul menggalang kekuatan dengan Hijrah ke Madinah untuk menyebarkan Islam di Madinah.
Sesampainya di Madinah Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam, segera menyampaikan risalahnya kepada penduduk Madinah, diluar dugaan ternyata penduduk Madinah dengan mudah menerima risalah yang disampaikan oleh Rasul sehingga Rasul kembali dengan pembukaan Kota Mekkah. Namun ada esensi penting dibalik hijrahnya Rasulullah Salalllahu ‘alaihi wassalam apabila kita lihat Q.S Al – Anfal ayat 72 – 75 menjelaskan bahwasannya hijrahnya Rasul harus menaruhkan keselamatan jiwanya dari rongrongan kaum kafir Quraisy bahkan bukan hanya sekedar hal itu tetapi hartapun dikorbankan oleh Rasulullah dalam hijrahnya ke Madinah.
Dari penjelasan ayat di atas tentunya perayaan ini, seyogyanya berefek kepada Muslim, jika hari ini Muslim banyak ditindas, baik oleh Pemerintahnya maupun oleh kaum lainnya. Fakta hari ini di Indonesia sebagaimana ujaran Syafi’I Ma’arif dalam Nasional republika bahwa kekayaan Indonesia 80 % dikuasai oleh Asing, artinya muslim atau pribumi hanya memiliki 20% saja kekayaan Indonesia. Hal ini tentu sangat menyayat hati, belum lagi masalah pemerintah yang konon katanya agak kurang memiliki sikaf adil terhadap umat Islam. Namun beberapa momen sebelum perayaan tahun baru Islam terdapat beberapa angin segar dengan berkumpulnya jutaan umat Islam untuk mencari keadilan. Angin segar ini seharusnya dimanfaatkan dengan membangun kekuatan umat Islam, jika kita lihat nasional kompas yang dipublish pada 5 Desember 2016 biaya pengamana demo 411 dan 212 berjumlah 76 Triliun rupiah, dana funtastis ini tentu hanya sebagian kecil pengamanan apabila kita bandingkan dengan pendemo yang jutaan jumlahnya, yang tentu akan lebih jumlah anggaranny a dari anggaran pengamanan pemerintah.
Maka sudah seharusnya dengan kekuatan tersebut umat Islam membangun kesatuan umat yang kokoh berhijrah dari kelemahan menuju kekuatan yang hakiki bagi Muslim . Anggaran sebesar itu seharusnya dapat kita manfaatkan untuk membangun kecerdasan dan ekonomi Umat Islam, misalnya dengan membangun Universitas yang mempuni, atau membangun ekonomi Umat yang diwujudkan dalam bentuk perusahaan yang kokoh untuk menghidupi dan membangun kejayaan Umat Islam. Dibingkai dengan semangat hijrah yang kuat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam. Mudah – mudahan harapan ini dapat diwujudkan oleh seluruh kalangan Umat Islam yang mengambil semngat hijrah Rasul. Selamat Tahun Baru Islam Wallahu a’lam..

Oleh Hendriana

Mahasantri Ma’had ‘Aly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *