Pendidikan merupakan  tanggungjawab bersama, yakni antara pihak orang tua di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pada implementasinya Proses Pendidikan ini seringkali dibebankan pada pihak sekolah atau lembaga pendidikan tertentu, sehingga orang tua merasa tanggungjawab pendidikannya sudah tergugurkan, walhasil orang tua merasa bebas sehingga perannya sebagai pendidik kodrati terabaikan. Sebagai Pendidik Kodrati yakni Pendidik yg ditakdirkan oleh Allah sebagai orangtua dari anak-anaknya sesungguhnya tidak bisa tergantikan begitu saja, artinya selama orangtua itu ada, maka kewajibannya tidak bisa hilang atau tergantikan oleh pihak lain, mereka harus tetap menjalankan perannya. Tidak dapat dipungkiri memang, pada kenyataanya tak sedikit orangtua yg mempercayakan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak seluruhnya diserahkan pada pihak sekolah atau institusi pendidikan di luar sekolah, padahal keberhasilan pendidikan anak terlebih dahulu harus didasari dan dibentuk di lingkungan keluarga. Esensi Pendidikan adalah adanya perubahan ke arah yg lebih baik atau terbentuknya akhlak sebagaimana yg dicita-citakan oleh para orang tua, yakni akhlak mulia (al-akhlaq al-karimah, UUSPN No. 20/2003), Islam sudah terlebihdahulu menegskan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad S.a.w. diutus salahsatunya untuk memperbaiki akhlak. Pembentukan Akhlak Mulia dapat terbentuk diantaranya melalui Pembiasaan (habit), Suri Teladan (model), dan Pemotivasian (motivation). Proses Pendidikan ini akan sangat efektif jika berawal dari lingkungan keluarga sebagai institusi yg utama dan pertama. (tobe continued) by U. Rahmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *